Mau jajan aja serasa mau masuk masjid

Seperti biasanya kalau malam minggu saya pergi ke rumah teman saya yang sudah menjadi markas untuk gapleh serta minum kopi. Meskipun sudah menikah, istri dan anaknya mengizinkannya untuk malam mingguan walau didepan rumahnya. Minimalnya kami empat orang nongkrong disini, antara yang sudah menikah dan yang belum menikah rasionya paling 35 berbanding 65.

Saya gak akan membahas terkait pernikahan disini, cuma mau mendoakan semoga istri dan anaknya tetap melapangkan hatinya untuk tetap senantiasa mengijinkan suaminya nongkrong malam mingguan meski sekedar gaple. Bagi kami, gaple ini sarana hiburan mingguan dari carut marut kehidufun. Ya setidaknya kami punya hiburan yang ga banyak mengeluarkan biaya dan pergaulannya terjaga.

Namun belum lengkap rasanya kalau gaple tanpa amunisi, ya minimalnya sambil ngopi lah dan memakan makanan halal lainnya. Lalu saya dan teman saya pergi ke sebuah mini market yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Jika biasanya jajan ke arah depan, kali ini jajan ke arah belakang. Tujuannya adalah mini market dekat sebuah kantor kecamatan di kota Tasikmalaya.

Sesampainya dilokasi, kami masuk mini market. Namun baru saja satu langkah memasuki mini market, teman saya menghentikan langkah saya dan memberi tahu sesuatu. "Sandalnya lepas" kata teman saya, dan setelah saya lihat kedalam, pengunjung mini market tak ada satupun yang memakai sandal dan semuanya dilepas diluar.

Saya langsung aja keluar untuk lepas sandal lalu dengan malu-malu masuk ke mini market karena kealfaan saya yang memakai sandal. Melepas sandal ke mini market merupakan hal yang jarang terjadi memang. Namun ini ada loh, jadinya serasa mau masuk masjid. hahahaha

Entah karena menjaga kebersihan atau memang menjaga kesucian tempat berbelanja. Tapi positifnya, pekerja mini market tersebut tidak disibukan dengan aktifitas menyapu lantai karena dampaknya tanpa menggunakan alas kaki lantai selalu bersih. Wajar saja sih karena letaknya bukan di area perkotaan, karena bisa saja saya yang sehari-hari nginjek kotoran ayam ataupun kucing lalu masuk ke sana bawa kotoran tersebut. Kan jadinya mengotori! 

Kalau kamu berfikiran negatif seperti mungkin pekerjanya males, sebaiknya pemikiran tersebut dihindari. Tapi membuka alas kaki saat ke mini market cukup aneh kok! namun ternyata ada hal yang jadi pelajaran. Yaitu siapapun yang ke mini market tersebut taat aturan, dan saling mengingatkan aturan. Entah aturan tersebut tertulis atau tidak, namun sudah menjadi kebiasaan bahwa untuk memasukinya harus membuka alas kaki.

Indonesia yang katanya mayoritas warganya hobi melawan aturan ternyata di sebuah tempat di Kota Tasikmalaya, warganya masih bisa taat akan aturan tanpa memandang hukum, dosa beserta balasannya. Tanpa paksaan, tanpa banyak beralasan, namun karena sudah menjadi kebiasaan. Dari sini saya memandang bahwa masyarakat kita masih bisa diatur, namun dimulai dari hal sederhana, kecil dan dari bawah dahulu.

Kalau Suka Kontennya, Ditunggu Sawerannya