Makna Hijrah dan Pergeseran Pemahaman Terkait Hijrah
Beberapa tahun terakhir, kata hijrah terdengar semakin akrab di telinga anak muda. Lalu apa itu hijrah? Hijrah secara makna adalah berpindah. Kata hijrah bisa membuat orang terkagum-kagum, seolah sudah taat dan shalih. Menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin, ataupun meninggalkan perbuatan melalaikan bahkan dosa itu pun hijrah.Namun yang aku lihat, kata hijrah ini sering kali menjadi sebuah label yang diberikan kepada seseorang yang mengikuti kajian di luar tempat tinggalnya ataupun kajian komunitas, tanpa memandang hijrahnya dalam bentuk perbuatan serta kebiasaan.
Namun tak semua orang ikut kajian karena mencari ilmu agama, ada juga untuk mendapatkan gelar hijrah itu tadi karena fenomena ini menjadi tren yang sedang hype di kalangan anak muda. Tak jarang memang yang ikut kajian niatnya sekedar ikut-ikutan karena ingin mendapatkan label tadi, tapi insya allah semoga Allah SWT mencatatkan sebagai pahala kebaikan lalu mulai ada kenyamanan berdiam di masjid, suka mendengarkan kajian, lalu menjadi kebiasaan dan hijrah beneran.
Iya kan, daripada nongkrong tidak jelas mendingan ikut kajian aja meski sekedar ikut-ikutan lalu hijrah beneran. Meski ya kajiannya bukan ikut kajian mingguan tapi Tabligh Akbar yang mengundang ustadz ternama, setidaknya ini menjadi gerbang pertama yang bisa merangkul orang lain.
Fenomena Hijrah Melahirkan Komunitas Kajian Anak Muda
Hijrah ini adalah sebuah fenomena sosial yang ditandai dengan munculnya komunitas kajian yang menarik minat anak muda. Sehingga ketika pemuda ikut kajian di sebuah komunitas maka mendapatkan gelar "pemuda hijrah". Namun justru dari kajian ataupun komunitaslah adanya pembinaan serta lingkungan baik yang bisa mengubah hijrah seseorang bukan sekadar label saja, namun juga pengetahuan agama yang mendorongnya untuk hijrah secara perbuatan dan kebiasaanNamun tak semua orang ikut kajian karena mencari ilmu agama, ada juga untuk mendapatkan gelar hijrah itu tadi karena fenomena ini menjadi tren yang sedang hype di kalangan anak muda. Tak jarang memang yang ikut kajian niatnya sekedar ikut-ikutan karena ingin mendapatkan label tadi, tapi insya allah semoga Allah SWT mencatatkan sebagai pahala kebaikan lalu mulai ada kenyamanan berdiam di masjid, suka mendengarkan kajian, lalu menjadi kebiasaan dan hijrah beneran.
Iya kan, daripada nongkrong tidak jelas mendingan ikut kajian aja meski sekedar ikut-ikutan lalu hijrah beneran. Meski ya kajiannya bukan ikut kajian mingguan tapi Tabligh Akbar yang mengundang ustadz ternama, setidaknya ini menjadi gerbang pertama yang bisa merangkul orang lain.
Meredupnya Fenomena Pemuda Hijrah di Tasikmalaya
Sayangnya fenomena hijrah itu seperti sudah hilang. Dahulu sebelum 2020 di Tasikmalaya, dari Minggu sampai Sabtu selalu ada jadwal kajian bahkan bisa dibilang tempat kajian selalu penuh didatangi anak muda.
Namun sekarang hanya ada beberapa komunitas aja yang masih bertahan. Seperti Formassalam yang lokasinya di Masjid Assaudiyah dekat Kampus Universitas Perjuangan, Benahi yang sekarang lokasinya di Masjid Ahsanul Mahmuda belakang SDN Galunggung dan juga komunitas RDA (Rumah Dakwah Abu) yang lokasinya di seberang POLRES Tasikmalaya.
Komunitas Kajian yang Masih Bertahan
Ketiga komunitas tersebut merupakan komunitas kajian yang selalu saya datangi meski mungkin terakhir kali ke komunitas tersebut pertengahan 2025. Untuk komunitas FORMASSALAM tidak begitu banyak yang datang namun mereka istiqamah bahkan pematerinya pun datang jauh dari luar kota. Untuk komunitas Benahi, ini selalu penuh dan tidak hanya didatangi anak muda saja. Bahkan lintas generasi datang ke sini. Untuk ke RDA saya sudah lama banget tidak ke sini, namun masih saling sapa di atas awan.
Ke mana Perginya Pemuda Hijrah?
Lalu ke mana fenomena pemuda hijrah sekarang? Kalau bertanya generasi terdahulu mungkin sudah disibukkan dengan pekerjaan beserta urusan keluarga, dan ada sebab lain yaitu kurangnya regenerasi baik dari kepengurusan maupun jemaahnya. Jadi ketika pengurus hilang dan sibuk akan kewajiban lain maka komunitas pun berhenti secara perlahan.
Peran Ustadz Gaul dalam Fenomena Hijrah
Adanya fenomena hijrah pun tak terlepas dari Ustadz Gaul yang menjadi gate 1 bagi orang-orang untuk mengenal kajian, seperti Ust. Handy Bony, Ust. Hanan Attaki, Ust. Felix dkk. Banyak yang mengenal mereka dari media sosial dan dari merekalah banyak orang mulai mau duduk di majelis ilmu meski bagi sebagian orang gate 1 ini bahasannya ringan dan banyak diselingi unsur lucunya, ya ini wajar karena mereka tujuannya menarik perhatian orang dahulu dengan kajian gaya anak muda dan bahasan yang ringan untuk orang-orang gate 1.
Ketika Ust. Handy Bony ataupun Ust. Hanan Attaki ke Tasikmalaya, tentunya saat itu akan menjadi acara akbar yang akan menarik banyak massa terutama anak muda. Tanpa harus membayar influencer untuk menarik banyak jemaah, dengan senang hati dan perasaan semangat mereka mau datang ke acara kajian. Bahkan mungkin saat itu anak muda lebih menyukai kajian dibandingkan konser musik. Sepertinya hal tersebut tak bisa diulangi untuk saat ini meskipun mendatangkan Ust. Handy Boni ataupun Ust. Hanan Attaki.
Bahkan mungkin jika saya ke FORMASSALAM pun hanya akan ada beberapa orang baru yang saya kenal, meski dari lokasinya sangat strategis untuk menarik banyak jemaah. Fenomena hijrah ini tak bisa diulangi memang, apalagi sepertinya ustadz-ustadz gaul tersebut seperti mulai redup secara popularitas di generasi sekarang.
Perlu strategi baru dari ustadz-ustadz gaul agar bisa mengkonversi penonton dan followers-nya di sosmed menjadi jemaah di kajian komunitas lokal daerah. Meski fenomena hijrah mungkin tidak lagi seramai dulu, namun hijrah sebagai proses perubahan diri menjadi pribadi yang baik akan selalu ada sepanjang waktu.
Kalau Suka Kontennya, Ditunggu Sawerannya

Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)